Menyerukan Nama Tuhan


 

Hari ini aku belajar

Menyerukan nama Tuhan yang besar

Dengan cara yang benar

 

Hari ini aku belajar

Tidak hanya melihat dan mendengar

Tetapi juga untuk berani berujar

 

Kata mereka menyerukan namaMu akan memberikan kelegaan

Kata mereka menyerukan namaMu akan membawakan kedamaian

 

Kata mereka menyerukan namaMu bukan hanya di dalam hati

Melainkan dengan berseru sepenuh hati untuk memberi nafas rohani

 

Tuhan,

NamaMu terukir abadi di atas prasasti di dalam relung hati ini

Namun mengucapkannya dengan lantang aku masih saja belum bernyali

Mungkin aku malu, mungkin pula aku ragu, kubiarkan diriku dirajai gengsi yang terlalu tinggi

 

Tuhan,

Aku bukan sesiapa yang cukup berarti di bumi

Namun entah mengapa mereka begitu peduli

Mereka ingin aku mengerti dan membuka diri

Agar Roh KudusMu dapat masuk dan memenuhi hati ini

Agar aku berani melangkahkan kaki memasuki kerajaan surgawi

 

Tuhan,

Di setiap detak yang berderak

Sering kali hati ini terdesak oleh sesak

Hingga aku tersentak dan terkadang nyaris tersedak

Namun tak pernah Kau biarkan aku tergeletak tak bergerak

Kau selalu buat aku kembali beranjak, bahkan terus menanjak

 

Tuhan,

Seiring hari yang mengabu, aku merindu

Aku ingin bisa seperti mereka, menyerukan namaMu

Untuk memberiMu tahu bahwa aku membutuhkanMu

Untuk memberiMu tahu bahwa aku mengasihiMu, menginginkanMu hidup di dalamku

 

Tuhan,

Acap kali lewat satu per satu ucap mereka Kau ajarkan aku mengecapMu

Kusadari selalu sebelum kututup mataku mengakhiri hari yang penuh dengan pilu,

Apalah artinya menunggu di depan pintu, kalau aku tak kunjung maju mencari diriMu

 

Tuhan,

Dalam setiap hembusan nafasku hanya Kau-lah satu yang kutuju

Tolong ijinkan aku mengecupMu sepanjang usiaku, seumur hidupku

Aku ingin terus bersamaMu, bertingkah sesuai apa mauMu, menengadah menyeru namaMu

Tanpa dipenuhi  rasa ragu, takut dan malu, karna Engkaulah sumber segalaku yang memampukan aku

 

Terimakasih Tuhan,

Kau sadarkan aku melalui mereka, sebelum aku terlambat dan terus menggugat

Jadikanlah aku seperti mereka, saluran berkat bagi sesama untuk bersama beroleh selamat

Agar setiap umat manusia di dunia siap menyambut kedatanganMu di hari kiamat yang kian dekat

 

Tuhan,

Terimakasih atas kata dan laku mereka yang meyakinkan aku betapa Engkau mencintai aku

Terimakasih atas rasa dan asa mereka yang menunjukkan padaku betapa indah kisah kasihMu.

 

Tuhan,

Kuserahkan nyawaku ke dalam tanganMu, terjadilah padaku sesuai dengan kehendak penciptaanMu.

Jakarta,

rabu ketigapuluhdelapan bulan kesembilan tahun duaribuduabelas.

Suratanku masih belum tuntas, namun sudah semakin jelas dalam setiap desah nafas yang terhempas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: