Toejoeh Belas Agoestoes


Upacara kemerdekaan apa kah hanya ritual?

Merah putih masih kah sakral?

Perjuangan masih kah dianggap mahal?



Ulah

Para pengkhayal

Melodrama brutal



Merah katanya berani

Berani berdarah, berani mati.

Putih katanya suci

Suci ? Suci ?



Drama panggung politik tak ada habisnya mencoba menarik simpati

Korupsi kolusi nepotisme merenggut beribu hati

Kemiskinan dan pembodohan menjadi tren terkini



Inikah yang memang seharusnya kita tuai?



Tak ada pilihan atau memang sudah dipilihkan?



Satu demi satu bunga gugur,

berlari, menepi, mengakhiri hari.



Pelangi nan indah tak lagi dicari,

awan mendung, kelam meraja.



Merah putih melahirkan tanya,

masihkah kita mau peduli?



Merdeka menyisakan duka,

masihkah kita terus berlari?



Tuntaskan!


Karna kita sudah merdeka.

Karna kita adalah bangsa yang merdeka.

Karna kemerdekaan sesungguhnya milik kita,

bangsa Indonesia.



Lalu, apa arti kemerdekaan itu sendiri?

Bunuh diri.


Advertisements
Comments
2 Responses to “Toejoeh Belas Agoestoes”
  1. musa666 says:

    sebenarnya aku ingin bersastra seperti koment diatas tapi apa daya, otakku sedang fokus mendesign kalo teralihkan bisa buyar semua idenya.. ahahaha 😀

    analisis aku tentang “kemerdekaan” sebenarnya bisa diartikan dalam 2 hal menurut ideologi yakni Kebersamaan Keadilan dan Ke-integrasi-an Kebangsaan.

    entah mana yang bagus untuk dipedomankan, sesungguhnya itu harus berasal dari “Kemauan Hati sang Petinggi” agar melangkah semakin ter-depan.

    kita hanya rakyat biasa yang terbagi 3 golongan dikarenakan ideologi yang salah anut petinggi sekarang, sungguh mengecewakan.

    kita harus menjadi “Garuda” yang siap terbang untuk tanah kelahiran.
    Merah Putih selalu Berkibar, di hati, di jiwa dan patut di perjuangkan.

    by the way, prosa kamu sangat menyengat, totally great!! X)

  2. Gemma Zebua says:

    Merah putih bukanlah pilihan…
    Itu kata mereka…

    Merdeka adalah keharusan…
    Itu kata mereka…

    Lidah yang katanya penyambung suara rakyat itu…
    Memuntahkan retorika palsu yang dipaksakan ke kepala rakyatnya…

    Ilusi semu akan kemerdekaan…
    Ditutupi dengan manisnya oleh perayaan-perayaan…
    Dan dibalut dengan pidato penyambutan…
    Intinya hanya menyampaikan kebobrokan….kenaikan harga dan utang yang semakin membayang…

    Apakah kita sudah merdeka ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: