Surat Benci untuk Tuhan


Dearest Tuhan,


Tuhan, aku benci sekali sama perasaanku pada Tuhan akhir-akhir ini. Mengapa Tuhan membiarkan aku merasakan semua ini? Mengapa? Tuhan, aku selalu menerima semua anugerahMu dengan tangan terbuka. Aku selalu berusaha tidak mengeluh setiap Tuhan memberiku begitu banyak cobaan. Walaupun kadang aku masih menangis karna merasa cobaan itu begitu menyakitkan, tapi aku selalu berusaha berfikir bahwa cobaan itu sebagai bentuk lain dari cara Tuhan menyayangiku. Tuhan ingin aku menaikkan lagi level-ku kan?


Tuhan, aku mengagungkanMu sebagai Sang Maha yang tak henti kukagumi. Aku selalu menceritakan tetang betapa bangganya aku padaMu ke semua teman-temanku.

Tapi. . . Mengapa Tuhan berlaku sebegitu tidak adilnya padaku? Aku sama sekali tidak kecewa, aku hanya ingin Tuhan tahu bahwa aku sungguh-sungguh sedih kali ini, sedih sesedih sedihnya, Tuhan.


Tuhan, mungkin tidak lengkap semua ingatan yang kuceritakan padaMu setiap malam. Tapi Tuhan, aku mau Tuhan tahu lewat suratku ini, aku berterimakasih atas semua yang Tuhan berikan padaku. Semua Tuhan, semuanya, yang aku bahkan mungkin tidak akan pernah bisa menuliskannya satu per satu. Tuhan, aku bersyukur atas semuanya itu, sumpah demi apapun, Tuhan. Tapi aku merasa Tuhan tidak adil padaku. Akhir-akhir ini aku benar-benar merasakan itu, Tuhan.


Tuhan, maaf… Mungkin aku salah, mungkin aku kurang ajar, mungkin aku tidak tahu diri. Tapi aku benar-benar tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untukMu selain ‘tidak adil’. Tuhan tidak adil padaku.. Kenapa Tuhan? Kenapa? Tuhan gak adil, Tuhan bener-bener gak adil. Kalau Tuhan mempertanyakan kepadaku mengapa, aku akan menjawabnya, aku merasa Tuhan gak adil karna Tuhan gak pernah memberi aku kesempatan untuk membalas semua kebaikan Tuhan. Tuhan setiap aku merasa sangat kekurangan karna hanya bisa mengucapkan “terima kasih” padaMu, Tuhan malah lagi-lagi memberi aku sesuatu yang membuat aku lagi-lagi terjebak pada keresahan yang hanya bisa mengucapkan terima kasih padaMu. Aku sedih, Tuhan. Aku benci perasaan ini Tuhan, aku benci menahan semuanya karna aku gak pernah tahu bagaimana cara berterimakasih atas semuanya, semua anugerahMu, Tuhan. Aku ingin sekali bisa membalasnya walaupun sedikit, tapi aku gak pernah tahu caranya, Tuhan please.. Perasaan ini terkadang benar-benar menyiksaku, aku bahkan gak pernah merasa layak atas semua yang Tuhan berikan padaku. Tapi mengapa Tuhan tidak pernah berhenti memberi?


Aku benci semua perasaan ini, aku benar-benar merasa aku adalah manusia bodoh dan tidak tahu diri karna tidak pernah bisa melakukan sesuatu untukMu, untuk sekedar mengungkapkan rasa terimakasihku padaMu pun aku tak pernah mampu.


Tuhan, kuserahkan nyawaku ke dalam tanganMu.. Terjadilah padaku segalanya sesuai dengan kehendakMu. Dengan segala ketidak sempurnaanku, dan segala kebencianku atas ketidakmampuanku berterimakasih padaMu, aku hanya bisa menyerahkan diriku sepenuhnya padaMu, jadikanlah aku alatMu, Tuhan. Jadikanlah aku alatMu untuk membantu mensukseskan semua rencanaMu pada seluruh ciptaanMu. Walau aku tidak pernah tahu konsepMu, walaupun aku tidak pernah tahu legitimasi yang melegalkan semua rencanaMu, tapi dari lubuk hatiku yang terdalam, aku sungguh mempercayaiMu, aku percaya rencanaMu pasti baik untuk semua. Dan biarkan aku tetap dengan semua kepercayaanku walau semua di sekitarku sudah tidak lagi mempercayaiMu. Aku tidak peduli kalau rasa sayangku padaMu dibilang buta dan tidak memiliki logika, karna sayang yang ada entah sejak kapan ini telah menyatukan seluruh raga dan asaku pada rasa itu, untukMu.


Terima kasih Tuhan, walaupun lagi-lagi aku benci merasa kata-kata itu tidak cukup.

Aku sayang banget sama Tuhan.

Advertisements
Comments
19 Responses to “Surat Benci untuk Tuhan”
  1. Fidelis says:

    hmm.. gue pernah merasakan juga benci ama Tuhan.. hahahaha.. pengalaman yg unik 🙂

  2. armand maulana says:

    keren banget mbk. tampa kita sadari sebenarnya tuhan juga benci, kita hanya bisa menyebut kata trimakasih. karna tuhan mempunyai rencana yang nggak bakal tuhan memberitahu kita lewat email atau surat kilat atau apa lah, yang akan kita jalan kan. mengapa tuhan nggak memberikan kata lain selain terima kasih? karna tuhan tahu kita umatnya hanya bisa dan mampu mengucapkan kata ” TERIMA KASIH ” ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: