Siapakah AKU ?


Aku

Kasih di balik kisahmu

Kisah di balik kasihmu

Suka di atas dukamu

Duka di atas sukamu


Aku

Pemberi ramai untuk sepimu

Pemberi sepi untuk ramaimu

Pemilik candu bagi rindumu

Pemilik rindu bagi candumu


Akulah

Tinta putih di kanvas hitammu

Tinta hitam di kanvas putihmu

Goresan senyum pada lembar tangismu

Goresan tangis pada lembar senyummu


Akulah

Perona tulus ke angkasa dustamu

Perona dusta ke angkasa tulusmu

Penghapus nyata dari dunia khayalmu

Penghapus khayal dari dunia nyatamu


AKU

Yang diingat saat terlupa

Yang dilupa saat teringat

Terpilih demi dihidupi

Terhidupi demi dipilih


AKU

Jadi pasrah di balik resah yang meresah dalam berpasrah

Penerang untuk kegelapan yang menggelap kala diterangi

Jadi lega di atas dahaga yang mendahaga dalam berlega

Pemakna bagi kehampaan yang menghampa kala dimaknai


Aku Akulah AKU

Sang ada yang tiada

Sang pencinta dalam jelaga yang berjelaga kala mencinta



Ketika cerah yang memerah menyulam malam menjadi kelam yang menghitam. . .



Siapakah AKU ?




Nantikan AKU di JELAGA ROMAN CINTA

Sebuah kumpulan apresiasi sastra dan visualisas puisi




Oktober, 2010.

Penghujung senja di Bukit Indah.



Advertisements
Comments
6 Responses to “Siapakah AKU ?”
  1. Amat terkesan rasanya membaca alunan kata yang saling ditukar tempat satu dengan yang lainnya…
    Mohon kesediaannya untuk saya posting tulisan ini di fb saya.
    Tentunya dengan tidak mengubah sedikitpun. Makasi untuk anda Penulisnya saya cantumkan Nama Joan

  2. epin says:

    JELAGA ROMAN CINTA itu apa yah?

  3. kikaitufabian says:

    Bait 1 sampai 5-nya cantik πŸ™‚

    Permainan kata yang enak untuk didengar… kalo dibawakan dengan baik, bisa menghipnotis audiens

    Bait 6 dibuat sedikit lebih kompleks, tapi tetap ok lah πŸ™‚

    kemudian berlanjut sampai “Siapakah Aku” yang menjadi klimaksnya…

    dan diakhiri dengan pernyataan:

    “Nantikan AKU di JELAGA ROMAN CINTA

    Sebuah kumpulan apresiasi sastra dan visualisas puisi”

    hm… bagi gw.. awal puisi terasa manis karena permainan kata…

    namun klimaks dan akhirannya terasa hambar…

    mungkin pilihan2 kata yang lebih romantis bisa menambah rasa penasaran orang akan ide lo selanjutnya..

    P.S.:
    1. Eager 2 see your next writing
    2. Reading this make me remember those old days that I wrote a Poem.. πŸ™‚

    Good Luck!!

    kikaitufabian

    • Joan Arae says:

      woww.. terimakasiih byk kikaitufabian atas apresiasiinyaa.. πŸ™‚

      klimaksnya sbnrnya mau buat yg baca bertanya2, apa itu JRC.. hehehe..

      puisi ini semacam pengantarr… πŸ˜›

      makasiiyy bgt sarannyaa.. πŸ™‚ nantii aku coba buat lagii yg lebihh baiikk di karya-karya selanjutnya.. seneeengg bgt dengan responmu membangun semangat aku lebih dan lebih lagii… πŸ˜€

      PS :
      1. thankyou for waiting.. πŸ™‚ it was such a great pleasure for me to know it.. πŸ™‚
      2. hey.. those old days? am curious.. wud share it to me? πŸ˜‰

      Thankyouuu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! β™₯

%d bloggers like this: