Suratku untuk Tuan.


Hari hujan, aku termenung dalam kesepian.

Aku lalu tenggelam dalam kesedihan memikirkan negeri tempat ku dilahirkan.


Aku tak paham mengapa semua menjadi tampak suram.

Aku kira ini semua ulah tangan-tangan kejam yang membalut senyum dengan kelam.


Rasanya aku jadi ingin merangkaikan kata, lalu menuliskannya untuk Tuan yang duduk di sana.

Semoga yang kusuratkan cukup untuk memberi pemahaman padanya tentang apa yang kurasa.

______________


Tuan,

yang kau suguhkan hanya penggalan,

sama sekali tak ada kedalaman.

Kau ingin menyesatkan?

Sayangnya aku punya kesadaran.


Tuan,

Kau mengaku seorang bijaksana yang penuh kehormatan,

padahal setitik dayapun sebenarnya tak punya kan?

Apa lagi yang mau kau sembunyikan?

Semua sudah ketahuan.


Tuan,

Kau gunakan setiap kesempatan untuk buat permainan,

secara berkelanjutan lakukan pembodohan

pikirmu kau punya kehebatan?

kekuatanmu hanya untuk melakukan penipuan.

Itu menyedihkan.


Tuan,

aku ini memang masih anak sekolahan.

Tapi aku bisa berfikir, tanpa perlu kau arahkan.

Aku tau mana yang kenyataan dan mana yang bukan.

Kau salah menilaiku, kasihan.


Tuan,

Aku bisa merasakan,

sinar matamu cahayakan kepalsuan,

mulutmu terus ungkapkan bualan,

otakmu penuh dengan kelicikan.


Tuan,

Aku cukup beriman,

percuma kau coba goyahkan.

Karna aku ber-Tuhan.

Lebih baik kau aminkan.


Tuan,

Lihatlah topengmu sudah kadaluarsa.

Aku rasa kau perlu membeli kaca,

agar tak lagi permalukan diri di hadapan massa.

Mereka tertawa melihatmu seperti boneka.

Apa kau tidak merasa?


Tuan,

aku rasa kau sudah gelap mata.

hmm.. mungkin perlu ganti lensa!

Agar dapat lebih jelas melihat dunia nyata,

dan berhenti menabur dusta demi kuasa.


Tuan,

kau pendosa.

Mohonlah ampunan Yang Kuasa,

sekarang juga!


Tuan,

kemudian tunjukkan,

yang katamu kau punya kemampuan.

Buktikan,

yang katamu kau mau berkorban.

Aku tunggu ya, Tuan.

______________


Pssst,

Tuan, aku memang autis tapi aku tidak apatis, aku cukup kritis.

Semoga saat membaca ini, Tuan tersenyum manis.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Suratku untuk Tuan.”
  1. Joan says:

    iyaaa… 😀 😀 makasiiyy yaa sibair… ^^

  2. sibair says:

    oowwh ini blognya joan ya ? vote terbanyak ubud festival ? wah keren 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: