Untuk Merdeka


apa yang tersingkap

tertutup

oleh suap

selama materi terus dalam dekap

moralitas jadi tiarap

ketika mencoba berdiri tegap

mulut kecil dengan sigap dibekap

semua harap

perlahan jadi uap

berpuas di atas tangis

buat kacau meracau

hanya itu saja kerjamu?

ironis.

Bukankah sebentar lagi kita bersama merayakan kemerdekaan ?

Perayaan itu sekedar formalitas semata jangan-jangan.

Kami ingin bicara,

tolong kau dengarkan, Tuan !

Kami ingin bicara,

Jangan kau binasakan, Tuan !

Sekolah kami memang rendah,

tapi kami tak akan kalah..

kami tidak akan menyerah,

kami tak kenal lelah !

Kami akan maju

bukan untuk menyerbu

kami hanya ingin bicara

sebelum ajal bertahta

berhentilah berdusta

dan ijinkanlah kami merdeka.

M e r d e k a

dengan sesungguh-sungguhnya

di tanah air kita,

Indonesia.

Tujuh belas agustus tahun empat lima. Itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa Indonesia. Merdeka. Sekali merdeka tetap merdeka. Selama hayat masih di kandung badan. Kita tetap setia tetap sedia. Mempertahankan Indonesia. Kita tetap setia tetap sedia. Membela negara kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: