Siesta at Dreamland


Pasir mendesir, menyisir helai demi helai rambutku yang panjang terurai. Perlahan tapi pasti angin-angin semilir bergulir memenuhi hampir seluruh rongga pernafasanku, harum lembut lautpun merasuk hingga ruang terkecil dalam paru-paruku. Ombak berdebur, berkejaran menghampiri sela-sela di antara jari-jari mungil di kakiku. Aaahh, betapa senangnya aku bermanja dalam dekapan pantai hari ini . Aku merasa begitu disayangNya. Bahagia, hanya itu kata yang terfikir untuk mengungkapkan rasa yang terrekam di dalam memori.

Kupandangi langit, sahabatku mentari tersenyum lebar sekali, ia menghanyutkan setiap keluh lewat peluh yang mengalir di tubuh. Sungguh, aku suka sekali caranya memperlakukanku. “ Kamu memang benar-benar sahabat yang mengerti aku.. ” bisik hati kecilku.

Angin semilir, pasir mendesir, ombak berdebur..

Mentari merona merah dan kilau cahayanya menyilau di antara kawanan awan yang memutih di hamparan langit yang membiru..

Manis sekali balutan romantisme daya Sang Maha mengakrabkan aku dengan mereka..

Panas terik perlahan membakar kulit ariku, lalu menembus lebih dalam lewat pori-pori tubuhku. Tanpa sadar, tersisa hangat ketika resapnya sampai di hatiku. Mesra sekali butiran-butiran pasir itu membelaiku. Rasanya seperti saat aku akan lelap dalam dekap mamaku .

Maha, aku bahagia sekali.. ” kalimat terakhir yang kubisikkan sebelum akhirnya aku tertidur pulas sekali di pangkuan pantai siang itu.

______________________

Entah apa yang tiba-tiba membangunkanku dari mimpi, kemudian seperti memaksa untuk segera berdiri, dan aku hanya mengikuti, aku berdiri. Terlihat dengan jelas senja yang mulai menampakkan diri, dan sahabatku mentari yang perlahan berpamit diri. Lalu, bersama kekasih lensaku, aku mencoba mengabadikan peristiwa yang terjadi. “ Walau tak lengkap, minimal punya rekap. Kamu harus sigap. ” kata hatiku yang selalu mengingatkan setiap kali aku hampir terhanyut ke alam lamun saat menikmati keindahan penyejuk relung hati kala itu. Ya, sejuk, panas sudah berhenti menyengat setiap lapis kulitku.

Pemandangan yang terhampar di angkasa menunjukkan gradasi yang harmoni. Biru dan putih menari-nari mengitari oranye. Ombak-ombak yang tak henti berlari berkejaran di laut dan awan-awan yang terus melebarkan diri memenuhi langit mengitari mentari yang tersenyum lebar di antaranya, tak tertinggal juga garis cakrawala yang memisahkan mereka lembut namun tegas dalam tarikannya, sungguh menawan! Salah satu karya masterpiece Sang Maha ada di depan mataku. Hingga tak mampu aku berucap, bahkan satu kata sekalipun.

______________________

Hanya detak yang terasa

ditemani decak untuk segala

kagum dengan yang begitu nyata

di depan mata.

Di pangkuan laut, sebanyak mungkin aku mencoba merenggut semua nikmat dalam hikmat yang terekat.

______________________

Perlahan oranye memendar, memecah sang bundar, menjadi semakin lebar, sebelum akhirnya sahabatku mentari bersembunyi di balik awan-awan yang mulai mengabu. Aku terdampar di pinggir, dan rasanya sama sekali tak ada hambar, justru jantungku semakin berdebar saat memperhatikan detail semua gambar. ” Jangan bubar, please.. ” hati kecilku merengek dalam rajuk karna tak ingini isak merusak.

______________________

Bahkan karyaNya pun memang pantas menyandang gelar maha, karya yang nyatanya mampu membuat aku tergila-gila dan ingin terus bercinta dengan segala keindahannya. Segala rasa yang dianugerahkanNya ke dalam hatiku saat itu sungguh tak mampu kuungkapkan lewat untaian kata. Ingin rasanya memohon pada sang waktu untuk sejenak menghentikan detak, memintanya sekedar menghela nafas panjang, agar aku bisa sedikit lebih lama lagi menikmati semuanya.

Sungguh gila, Sang Maha dengan caraNya yang bahkan tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku membuat aku sebegitunya jatuh cinta. ” Memang hanya Ia satu-satunya yang pantas menyandang gelar ‘Maha’. Ya, hanya Dia. ” kalimat itu singgah ke alam fikirku yang tergugah dengan segala megah. Ia membuatku perlahan mengenal bahagia yang selama ini baru sekedar kutahui.

______________________

Maha, segala yang Kau anugerahkan pada diriku ini

tak mampu aku tulis di atas kertas,

tak mampu aku lukis di atas kanvas,

bahkan kurasa tak mampu juga kupetikkan lewat senar-senar di atas gitar kesayanganku

apalagi menyanyikannya dengan suaraku yang biasa memujimu di hari minggu.

Aku sunguh-sungguh mensyukuri,

terutama atas apa yang terbentang

di depan mataku sekarang.

Bersyukur aku bukan tuna netra,

yang ada

malah seluruh indera mampu menangkap semua

dengan begitu sempurna.

kusisipkan doa di tengah ceritaku padaNya sebagai ungkapan syukurku.

Betapa beruntungnya aku,

sempat merasakan tidur siang di Dreamland hari itu.

______________________

Segera setelah sahabatku mentari menghilang dari hadapku dan awan-awan abu dengan hitam mulai memadu, aku berbenah diri untuk kembali, karna waktu yang tertera di handphone-ku mengingatkan aku akan janji malam itu. Janji makan malam bersama kawan-kawanku. Di Desa Dusun, oase ditengah kota, Denpasar.

Akan kukisahkan ‘Siesta at Dreamland’. ” ujarku dalam hati saat menyalakan mesin roda empat sewaan yang tak lama kemudian mulai menderu melaju.

______________________

sebelumnya bermimpi untuk tidur di pangkuan pantaipun aku tak pernah,

tapi hari itu aku diajakNya bermimpi..

sambil melepaskan segala jengah akan lelah,

di pantai.

anugerah terindah,

Bali.

Someday, please take me there again, dream at DreamLand.

Thanks, Lord!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: