(bukan lagi) Gadis Malam


“ sudah berapa lama ? ”
“ sejak kelas lima.. ”
“ apa tak apa ? ”
“ sudah biasa.. mau bagaimana.. aku tak berdaya.. ”
“ orang tua ? ”
“ membiarkan saja.. ”

aku dan dia beradu dalam kata, aku bertanya, dia bercerita.
______________

“ berapa ? ”
“ seperti biasa.. ”
“ ditambah bonus ya.. ”
“ tapi tambah biaya… ”

Pembicaraan ditutup dengan senyum puas pengendara yang kemudian membukakan pintu mobilnya, dan membawa dia yang menggoda.. entah kemana..
______________

Maha, kasihan dia, mengapa dia.. Maha, itukah takdirnya ? ” tanyaku pada-Nya.
Sepi,
tak ada jawaban pasti yang Ia beri,
tapi..
di depan mataku dia-dia yang lainnya sedang mengulang adegan tadi.
______________

“ Salahkah dia ?
Kalau iya, mengapa ?
Kalau tidak, lalu… salah siapa ? ”

Benakku begitu berkecamuk, melihat moral yang remuk..
Gadis-gadis.. eh, sudah tak lagi gadis.. ke-gadis-annya sudah ditukar dengan empat lembar uang lima puluh ribuan.. demi bertahan dalam kehidupan yang membuat jiwanya temaram setiap sehabis senja ditelan malam. sebagian tersiksa, sebagian lagi sudah biasa..
kehidupan mereka sepertinya sungguh menyiksa, tapi ,mereka seperti tak kuasa melawan dosa, karna mereka.. hanya ingin tetap bernyawa.
______________

Maha, maafkan mereka ya, mereka terpaksa.. maafkan mereka.. mereka kan tak pernah Kau biarkan memilih sebelumnya, mereka hanya menjalani saja, apa yang sudah menjadi takdirnya.. maafkan mereka ya, jaga mereka juga, amin.” pintaku pada-Nya sebelum terbuai dalam kelam malam yang merajam batinku, yang membuatku hanya bisa diam, membisu saat mereka menjajakan diri di pintu-pintu.

Braga,
sehabis senja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: