bebas.kebebasan.hati-hati.kebablasan


prakata,
saya di sini hanya ingin sedikit angkat bicara tentang kebebasan,
dalam konteks kehidupan pers di dunia hiburan..
karna pers memegang pernanan yang cukup penting,
dan akhir-akhir ini banyak ketidaksesuaian yang terjadi,
yang jika diteruskan akan menuju pada suatu bentuk penyimpangan..menimbang :
pada kenyataannya.
pers dan para penghibur sering kali terlibat dalam suatu perselisihan,
perselisihan adalah suatu hal yang wajar terjadi dalam sebuah hubungan antar individu,
sebagai individu yang dalam konteks ini adalah para manusia sangat manusiawi jika khilaf,
baik itu dalam bertutur maupun bertindak..
perselisihan ini sering kali memunculkan opini publik,
bahkan tidak jarang membentuk paradigma berfikir publik..
sebenarnya hal tersebut tidak menjadi masalah ketika bertujuan positif ke arah yang konstruktif,
tapi pada kenyataannya tidak sedikit pihak terlibat khilaf menggunakan kebebasannya,
sehingga banyak berspekulasi negatif terhadap pihak lainnya,
dan mengakibatkan penyimpangan tujuan menjadi ke arah yang destruktif..

mengingat :
idealnya.
pers dan para penghibur terlibat di dalam suatu sistem yang saling terkait,
dimana di dalam sistem tersebut kedudukan mereka adalah setara dan sesuai,
sehingga hubungan yang terjadi merupakan bentukkan hubungan ke-saling-an,
dimana simbiosis mutualisme terjadi dan pembangunan bersifat konstruktif,
untuk mendapatkan hasil yang positif baik itu bagi pihak-pihak terkait maupun pihak penikmat,
yang dalam pembahasan ini adalah publik itu sendiri.

menetapkan :
harapannya.
kebebasan yang dimiliki oleh pihak-pihak terkait digunakan sesuai dengan kewenangannya,
dengan dan tanpa melupakan kewajiban serta hak setiap dari pihak terlibat,
jangan sampai hak salah satu pihak menjadi pembatas bagi hak pihak lainnya,
dan jangan sampai pembentukkan paradigma tersebut hanya didasari oleh subjektifitas salah satu pihak.
paradigma berfikir yang terbentuk seharusnya memiliki dasar yang spesifik,
dan dapat dipertanggung jawabkan baik itu secara yuridis maupun sosial,
sehingga akan menuju pada paradigma berfikir yang objektif yang berdasar keilmuan..
adanya hubungan ke-saling-an yang terintegrasi dua arah,
sehingga setiap pihak terkait mampu memilah dengan baik mana yang menjadi hak nya,
dan tidak mengganggu gugat hak pihak lainnya.

akhir kata,
mari belajar memahami esensi sebelum menetapkan suatu keputusan dan atau sebuah kebijakan!
jadikan kebebasan yang dimiliki menjadi dapat dipertanggung jawabkan, bukan menjadi berlebihan dan lupa akan segala norma yang berlaku di negara hukum ini.
ingat bahwa akumulasi dan reduksi adalah manusiawi pada batasan tertentu disesuaikan dengan hukum kebiasaan yang berlaku, dan bukan tanpa batas.

dihaturkan kata maaf jika ada kesalahan dalam pembahasaan baik itu dari segi pembendaharaan kata maupun dari segi sistematika penulisan.
saya yang menuliskan ini hanyalah seorang mahasiswi yang masih belajar menelaah, memahami, dan menerapkan gelar ‘maha’ pada status ‘siswi’ saya.
dengan kesadaran akan segala kekurangan, saya lantunkan terimakasih.

Salam Pers !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: