tentang mendengarkan


saat aku memintamu untuk mendengarkan,
engkau mulai memberikan nasihat,
engkau tidak melakukan apa yang kuminta.

saat aku memintamu untuk mendengarkan,
engkau mulai bertutur mengapa aku seharusnya tak merasa begitu,
engkau menghina perasaanku.

saat aku memintamu untuk mendengarkan,
engkau merasa harus melakukan sesuatu untuk memecahkan masalahku,
engkau mengecewakanku.

Dengarkan!

aku hanya memintamu untuk mendengarkan,
bukan berbicara atau berbuat,
dengarkan saja aku.

aku bisa berbuat sendiri,
bukan aku tak berdaya.

mungkin agak kurang semangat,
dan kehilangan kepercayaan diri,
tetapi bukan tak berdaya.

jika engkau melakukan sesuatu untukku,
padahal aku bisa dan memang seharusnya kulakukan sendiri,
engkau hanya menambah rasa takut dan perasaan ketidakmampuanku.

tapi..
jika engkau menerima kenyataan bahwa aku merasa apa yang kurasa,
seberapapun tak masuk akalnya,
maka aku bisa berhenti berusaha meyakinkanmu,
dan mulai berusaha memahami apa sebenarnya di balik perasaanku itu.

dan jika hal itu sudah jelas,
jawabannya pasti akan muncul dan aku tak perlu nasihat.

 

Blogged with the Flock Browser
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: