IP bukan segalanya


pemikiran betapa pentingnya angka yang tercetak di transkrip nilai ini sering kali membuat saya terkadang tidak nyaman.

Pemahaman ini mempunyai peranan penting akan perkembangan Indonesia kini.
apa yang tersurat disana belum cukup untuk menggambarkan potensi individu yang tersirat.

pernahkah dipertimbangkan bahwa seseorang yg mendapat nilai A itu mungkin saja malah tidak paham dan sama sekali tidak menyerap esensi materi pada mata kuliah tersebut,
dan sebaliknya seseorang dengan nilai C mungkin saja paham akan materi yang disampaikan dan bahkan mungkin lebih tau bagaimana cara mengaplikasikannya.

mengapa ujian yg hanya 2-3 jam itu menjadi tolok ukur yg begitu penting yg menentukan masa depan seseorang?
jangan jawab karena ini di Indonesia.

saya sebagai salah satu rakyat Indonesia yg peduli dengan tanah air saya,
dan saya kecewa kalau jawaban kaum intelektual malah seolah tak peduli terhadap kemajuan Indonesia,
kalau sekarang Indonesia begini ya kenapa kita biarkan saja kalau kita tau ini tidak tepat?

tahukah kamu bahwa Thomas Alfa Edison itu bahkan di Drop Out dari tempat kuliahnya?
tapi.. nyatanya penemuan dia membuat kehidupan berjalan lebih dinamis sampai detik ini.

Jangan mematenkan nilai seseorang hanya dari apa yg tersurat.
Kenali dulu apa yg tersirat di dalamnya.

ya mungkin untuk sekarang ini memang parameter yang minimal bisa memberikan suatu kepastian itu adalah angka yang tercetak di atas selembar kertas transkrip itu,
tapi jangan pernah menilai seseorang yang bahkan mungkin kamu tidak mengenal dan tidak tahu proses yg ia jalani hanya dari angka yg tersurat itu.

Saya justru bangga jika saya mendapat nilai C tapi mampu memanage orang2 dengan nilai A,
ya pandai dan cermat memanfaatkan peluang itu bukan sesuatu hal yg salah menurut saya,
bukan licik, tapi itu cerdas.

kalau keadilan dianggap terlalu muluk,
minimal kita punya itikad baik untuk menghargai usaha seseorang.

Blogged with the Flock Browser
Advertisements
Comments
4 Responses to “IP bukan segalanya”
  1. wisnuvidya says:

    sayangnya kebanyakan industri kerja juga gak mendukung. memang, ada wawancara dan sebagainya, tapi jelas orang dengan IPK 4.0 akan lebih dilihat dibanding orang dengan IPK 2,8 yang mungkin hanya dijadikan cadangan…

    putting that aside, i wish you were my teacher….:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: