cintai bumi sejak dini


aku mulai terbius dalam pekat,
menggumamkan nyanyian senyap,
berbinar sesaat,
kemudian lenyap,
kupertanyakan sebuah hakikat,
bumiku yang terbias gelap.

bumiku tak lagi sempurna,
bumiku kian porak poranda,
hampir musnah segala isinya,
diperlakukan seolah tak berharga.

manusia tak perlu takut dengan kiamat,
hanya perlu paham hukum sebab akibat.
jika bumi terus ditorehkan luka,
maka suatu saat ia akan murka.

karna waktu tak akan menunggu,
maka jangan membeku dalam ragu,
wahai manusia lekas sadarlah,
pergunakan akalmu untuk berubah,
berhentilah merusak bumi dan segala isinya,
mulailah untuk peduli dan mencintainya.

hapuskan torehan warna angkuh,
seiring detik yang terjamah,
tangkupkan dua tangan dan tengadah,
agar kelak tak hilang arah.

sekarang Tuhan masih memberi kesempatan,
maka manusia segeralah buktikan kesungguhan,
yang sudah terjadi bukan sekedar untuk disesali,
tetapi untuk dipelajari agar mampu memperbaiki,
mari berjuang, kembalikan senyum pada wajah bumi,
dimulai dari hari ini, bukan nanti !

hakikat keindahan di bumi ini laksana kebun abadi,
yang tinggal tak pernah layu di dalam setiap hati insan sejati.

Blogged with the Flock Browser
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: