beranjak menepis letih


satu per satu huruf mengikat menguntai kalimat selaras,
mendengungkan prosa-prosa indah pelipur lara,
teriring satu senyum manis,
membelai lembut rautan wajah teraniaya.

olesan warna baru yg saling bertautan menghapus peluh,
sebagai tanda dimulainya sebuah kisah tanpa serapah.

kehidupan kini penuh dinamis,
dunia tak lagi statis dalam tangis,
idealis telah disanding oleh realis.

maka sadarlah,
untuk bangkit dari rasa terjajah,
lekas keluarlah,
dari jeratan hasrat berpasrah.

hingga waktu menghentikan detaknya,
dan surya menutup dirinya,
tak tersisa sesal,
pada asa yang kekal.

Bandung, 17 September 2oo9
Joan.

Blogged with the Flock Browser
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: