andai aku seorang muslim


Menjelang Idul Fitri, sering didengungkan
“Selamat hari raya idul fitri, menjadi manusia yang bersih kembali suci.”

Padahal,
Dari segi etimonologi artinya seharusnya adalah hari kembali berbuka.
Dan dari segi hadits lafadz FITHRU/ IFTHAAR artinya berbuka,
jadi IDUL FITHRI artinya hari raya berbuka puasa, setelah sebulan berpuasa.
Atau mungkin lebih relevan lagi kl km pernah tau,
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka.

Jadi apa yg melandasi persepsi bahwa Idul Fitri adalah hari kembali suci ??

Idul Fithri adalah hari kembali berbuka,
bukan hari bersenang-senang,
bukan hari mengunjungi tempat hiburan,
Idul Fitri adalah hari untuk berdoa dan berdzikir dengan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid,
seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Di Indonesia masih banyak orang2 yg hidup dalam kekurangan,
jangankan untuk membeli pakaian baru,
untuk sekedar menikmati ketupat di hari raya saja belum tentu mampu.
Pernahkah di tengah2 kegembiraan menyambut Idul Fithri saya memikirkan mereka?
Namun sebagai manusia yg penuh dosa sering kali saya lupa.

Saya yg hidup dalam kecukupan bahkan berlebih jika dibandingkan dengan mereka yg kekurangan,
sering kali lupa,
lupa untuk berbagi,
berbagi bukan hanya materi,
tetapi berbagi kasih.

koreksi jika pemikiran saya salah,
anak2 yg terlantar di jalan raya lebih kurang beruntung dibanding anak2 di panti yg notabene hidupnya diurus oleh pengurus panti.
anak2 yg terlantar di jalan raya tidak memiliki kejelasan dan kepastian akan apa yg akan mereka hadapi hari ini esok lusa dan seterusnya,
karna tidak ada satu orangpun yg memperhatikan apalagi mengurus mereka.
Saya merasa akan jauh lebih menyenangkan jika bs berbagi materi dan kasih dengan mereka,
mungkin lewat berbuka bersama mereka.

Tapi selalu dengan sejuta alasan kesibukan baik itu kuliah atau aktifitas hidup saya,
saya tidak merealisasikan apa yg saya tuliskan pada paragraf di atas.
Padahal sebenarnya kalau saya menyempatkan diri di sela2 waktu 30 hari itu pasti bisa,
hanya saja terkadang rasa malas mendominasi.
Padahal saya bs berbuka bersama teman2 saya yg lain,
dengan dalih reuni atau apapun lah.

Tapi kini saya berharap,
bisa merayakan ‘hari raya berbuka puasa’ dengan berbagi,
dengan mereka yg hidup di bawah garis kemiskinan.

Semoga saya tidak hanya merayakan hari raya Idul Fithri,
tapi jg menghayati esensi2 penting dari hari raya ini,
bukan berharap untuk kembali menjadi suci,
krn saya belum siap untuk berjauhan dari dosa,
tapi dengan berusaha menjadi manusia yg lebih baik lagi sesuai dengan kehendakNya.

Selamat menyambut Idul Fithri,
minal aidzin wal’ faizin.
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum ( Fathul Bari 2:304 ).

Blogged with the Flock Browser
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: