agama? so what?


Saya bukanlah seseorang yang taat 100% kepada agama yang tertera di KTP saya,
bagi saya, pada prinsipnya semua agama itu baik,
memfasilitasi manusia untuk lebih mengenal sosok Tuhan,
hanya saja di dalamnya tidak sedikit oknum-oknum,
baik simpatisan maupun pemimpin agama itu sendiri yang membuat agama mendapat stigma buruk di mata sebagian masyarakat.

Saya tidak percaya kepada pemimpin agama,
ya saya tidak percaya.
karena bagi saya, kita semua, termasuk pemimpin agama, hanyalah manusia biasa,
manusia biasa yang akrab dengan dosa.
Adalah suatu hal yang mustahil kita mencapai kesempurnaan,
karena kesempurnaan hanyalah milik Allah.

Saya percaya akan Tuhan,
dan saya sangat menyesalkan yang terjadi di sekeliling saya.
Dengan mengatasnamakan Tuhan saling menjatuhkan antar agama,
dengan mengatasnamakan Tuhan saling membunuh antar anak manusia,
dengan mengatasnamakan Tuhan melakukan penipuan dan menyebarkan ajaran yang salah.

Berani sekali kita sebagai manusia mengatasnamakan Dia Yang Kuasa demi memenuhi ego?

Saya bukan atheis,
saya juga bukan agnostik.

Tidak perlulah menuntut pemimpin agama untuk menjadi sosok sempurna,
toh nyatanya banyak dari mereka yang mengecewakan masyarakat melalui perbuatan maupun ucapan mereka.
Tidak perlulah mengagung2kan agama untuk memberikan citra suci pada diri kita,
toh nyatanya banyak orang munafik yang memakai topeng kerohanian demi membangun citra baik pada dirinya di mata orang lain.

Mulai saja dari diri sendiri,
berjuang menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari,
belajar dari setiap dosa agar dikemudian hari tidak mengulanginya,
berusaha memulai segala sesuatu dalam hidup dengan itikad yang baik.

Tuhan pasti akan menyediakan tempat di sisi-Nya untuk manusia yang tulus dan penuh dengan kasih.
Bukan untuk manusia yang rajin ke tempat beribadah, tetapi tidak peduli terhadap sesama,
bukan untuk manusia yang peduli terhadap sesama, tetapi tidak tulus karena melakukan itu semua demi citra baik dirinya di mata masyarakat,
dan bukan untuk saya, kamu, dia, atau mereka,
melainkan untuk kita,
ya kita semua yang menaruh harapan dan percaya pada-Nya.

Manusiawi kita akrab dengan dosa,
dan semua dosa itu akan termaafkan oleh-Nya tanpa pamrih, tanpa syarat.

Terlalu banyak kejadian di sekitar saya yang saya saksikan dengan mata dan kepala sendiri kemunafikan dalam menjalani agama, dan hal ini dilakukan tidak hanya oleh umatnya tapi juga pemimpin agamanya.
Bagi saya tidak ada yang sempurna di dunia ini, baik itu agama, umatnya, maupun pemimpinnya.
Lagi-lagi, kesempurnaan itu hanyalah milik Allah.

Blogged with the Flock Browser
Advertisements
Comments
4 Responses to “agama? so what?”
  1. Retno says:

    Gak sengaja nemu postingan ini. Bagus sekali tulisannya mbak. Saya termasuk yang lebih suka hubungan vertikal dgn Tuhan. Yang terjadi antara Tuhan dan saya, cukup saya yang tahu, kanan-kiri gak perlu

    • Joan Arae says:

      Hallo, mbak.. Salam kenal!
      Terimakasih atas apresiasinya ya.. Setuju, hubungan dengan Tuhan itu Rahasia Hati.. Krn mnurutku agama itu hanya pilihan kendaraan atau fasilitator untuk bisa lebih kenal pengalaman sesama manusia ttg Tuhan aja, bukan utk diTuhankan 🙂

  2. wiyadi says:

    hi, Joan,
    saya senang uraian kalimatnya. sepaham kecuali dg
    “semua dosa itu akan termaafkan oleh-Nya tanpa pamrih, tanpa syarat”
    maksudnya?

    • Joan Arae says:

      terimakasih atas apresiasinya..
      maksud kalimatku itu semua dosa kita tanpa perlu kita maaf sebenarnya Yang Kuasa uda memaafkan, tulus.. kita ga pernah dituntut apa2 untuk dimaafin sama Dia 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Joan Arae


    "Art is my breath.. As long as I breathe, Art never dies.."

    A young energetic girl who realizes her existence in this world as a human learner and kept asking in her mind "Why I can't stop thinking & doing here?".

    Gonna be on top! ♥

%d bloggers like this: